Jujur postingan kerja keras adalah energi kita ini gw copet dari blognya lutvi. Untuk jadi pemenang orang menghalalkan segala cara, termasuk di lutvi itu. Hmm...sayang gw ga kenal dia. Andaikan dia ada di Jakarta, gw ajak duel satu lawan satu. Kenapa borok dia tidak gw posting diblog utama gw Mengembalikan Jati Diri Bangsa ? Karena gw masih respect sama dia, kita sesama blogger, mestinya harus menghormati.
Kerja Keras adalah Energi Kita. Tak dapat
dipungkiri lagi, seseorang akan memiliki extra energi bahkan sampai
lupa waktu saat sedang bekerja keras. Bandingkan dengan mereka yang
kerja malas. Seolah-olah waktu berjalan sangat lambat dan tak berakhir.
Energinya serasa terkuras habis, lemah dan tak berdaya.
Beberapa pebisnis memang menyarankan untuk bekerja cerdas daripada
bekerja keras. Tapi kalau saya ditanya, seseorang yang bekerja keras
maka itulah orang yang cerdas. Justru mereka yang tidak bekerja keras
yang cenderung tidak cerdas
Saat ini sebuah perusahaan perminyakan nasional tengah menggenjot semangat seluruh divisi dan timnya untuk bekerja keras.
Anda lihat, bukti nyata menunjukkan bahwa Pertamina, sebuah perusahaan
raksasa negeri ini menyarankan semua karyawannya untuk bekerja keras.
Kerja Keras adalah Energi Kita
Bila Pertamina mampu mengupayakan seluruh anak buahnya untuk bekerja
lebih giat, maka kita akan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Kenapa? Bila seluruh tim Pertamina bekerja keras, maka energi yang
timbul dari masing-masing individu akan semakin meningkat. Pada
akhirnya, kekuatan energi gabungan dari seluruh divisi di Pertamina
akan mampu membawa pedagang minyak plat merah itu menguasai pasaran.
Apalagi saat ini, era perdagangan bebas sedang terbuka. Kita bisa
melihat perusahaan2 asing mulai mendirikan SPBU di jalan-jalan. Ini
tentu membawa persaingan besar bagi Pertamina. Saat subsidi BBM
benar-benar dicabut dan terjadilah persaingan fair, maka dana sudah
bukan faktor utama memenangkan pasar lagi. Pertamina harus membuat
gebrakan-gebrakan jitu untuk memenangkan pasar.
Dan cara terbaik untuk itu hanya dengan kerja keras. Karena
“kerja keras adalah energi kita”
Produk Pertamina saat ini juga tidak bisa dianggap remeh. Apalagi
kalau Pertamina mau terus mengembangkan bio diselnya yang ramah
lingkungan. Dan yang paling nampak nyata akhir-akhir ini adalah
penertiban SPBU nakal. Dulu sudah jadi rahasia umum kalau pegawai SPBU
suka mengurangi literan. Tapi sekarang hal itu amat sangat jarang
ditemui. Mungkin masih ada 1 atau 2 pegawai yang nakal, tapi itu
tinggal menunggu waktu saja sebelum mereka tertangkap.
Lagi-lagi Pertamina harus menjadi image ini dengan baik. Dengan apa?
Ya dengan kerja keras. Selamat bekerja buat Pertamina dan seluruh
timnya. Mudah-mudahan kita bisa menjadi raja dan penguasa di negeri
sendiri. Hidup Produk Indonesia! Hidup Anak Bangsa! Hidup Plagiat....
Postingan ini hasil nyopet disini : http://lutviavandi.com/kerja-keras-adalah-energi-kita.html --> sorry man... loe yg duluan mulai nyopet postingan gw... http://bloggaul.com/kerjakeras
Be the first to rate this post
- Currently 0/5 Stars.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
Jati diri bangsa dan mengapa harus dikembalikan?? Apa yang perlu dikembalikan. Mengembalikan apa? Apa yang dimaksud mengembalikan jati diri bangsa?
Apa sebenarnya jati diri bangsa itu? Tak dapat dipungkiri lagi bahwa
sebuah bangsa akan kehilangan jati dirinya apabila dia tidak memiliki
prinsip dan keunikan tersendiri.
Bangsa kita misalnya, sudah dikenal dengan senyumannya. Itu adalah
jati diri bangsa kita. Kita juga dikenal dengan kerukunannya. Bayangkan
saja, ada banyak suku dan agama di Indonesia tapi semua bisa hidup
berdampingan dan penuh kerukunan.
Senyum manis dan ramah tama adalah ciri khas bangsa ini. Mudah bergaul dan suka membantu adalah jati diri negeri ini. Ringan tangan. Begitulah kata pepatah bangsa kita. Untuk itu mari kita Mengembalikan jati diri bangsa
Merdeka!!!
Be the first to rate this post
- Currently 0/5 Stars.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
Walaupun kemampuan SEO saya belum ada apa-apanya dengan para bloger
lainnya tetapi yang penting tetap semangat untuk belajar dan akhirnya
dengan berani membuat blog: http://khai.yehia.org untuk diikutsertakan dalam kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Beberapa persyaratan pokok yang harus dipatuhi peserta adalah:
- Konten tidak boleh mengandung pornografi, isu SARA, hujatan, permusuhan,
- URL dilarang menggunakan domain bertarget kata kunci, hanya subdomain dan nama file yang boleh bertarget kata kunci,
- Dilarang mengcopy artikel peserta lain,
- Hanya pemilik website dan blog pribadi (gratis atau dengan domain sendiri) yang boleh ikut,
- Konten harus mencantumkan nama BeritaJitu.com yang nge-link ke salah satu postingan di BeritaJitu.com.
Inilah saatnya kita mengembalikan jati diri bangsa
kita yang sudah morat-marit dan tercoreng ini ke jati diri bangsa
Indonesia yang sebenarnya, Indonesia yang ramah, gotong-royong, sopan,
baik hati dan terbuka. Juga Indonesia yang berbudaya ketimuran bukan
berbudaya yang kebarat-baratan karena kita punya budaya sendiri.
Tanggung jawab siapa? Ya sudah pasti mengembalikan jati diri bangsa adalah tanggung jawab kita bersama karena negeri ini adalah milik kita bersama. Iya kan?
Be the first to rate this post
- Currently 0/5 Stars.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
If you are an Internet Marketing Consultant, Agency or, anyone
interested in Search Engine Optimization, we highly recommend that you
read and assimilate the below information. These documents are by far
the most extensive resource for on page SEO and what I refer to as The Ultimate SEO Guide. I guarantee you that nothing else compares and this SHOULD BE "mandatory reading" for all SEO Consultants
Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0
Today the W3C announced a new standard that will help web designers and
developers create sites that better meet the needs of users with
disabilities and older users. Drawing on extensive experience and
community feedback, the Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0
improve upon W3C's groundbreaking initial standard for accessible web
content, apply to more advanced technologies, and are more precisely
testable.
WCAG
2.0 succeeds Web Content Accessibility Guidelines 1.0 [WCAG10], which
was published as a W3C Recommendation May 1999. Although it is possible
to conform either to WCAG 1.0 or to WCAG 2.0 (or both), the W3C
recommends that new and updated content use WCAG 2.0. The W3C also
recommends that web accessibility policies reference WCAG 2.0.
On Page SEO Techniques
Everything you need to know about on page SEO techniques are listed here at the W3...
The
above WCAG document contains a Table of Contents (TOC) which lists each
and every HTML/XHTML element and attribute you will encounter while
performing on page SEO. Working examples of these HTML/XHTML elements
and attributes are provided by the WCAG and we've added that TOC below
for quick reference.
2009-01-26 - We're working on a new document titled HTML 4 SEO Best Practices in HTML Authoring.
The HTML 4 SEO document lists current HTML Elements (excludes
deprecated elements), HTML examples, links to WCAG 2.0 along with links
to peer discussions focusing on specific HTML 4 Elements and Attributes.
Be the first to rate this post
- Currently 0/5 Stars.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5